Menyikapi teror yang mengatasnamakan islam ?

Pagi-pagi nyalain tv langsung disuguhin berita yang lagi hangat-hangatnya minggu-minggu ini. TEROR BOM BUKU. Ya inilah topik yang hangat di minggu-minggu ini. Lumayan dapat inspirasi buat menuhin blog :d

Pasti semua sudah tahu awal mula peristiwa ini terjadi. Berawal dari peristiwa di Utan Kayu tempat dimana JIL (Jaringan Islam Liberal) bermarkas. Sebuah paket buku ditujukan kepada pimpinan JIL, Ulil Absar Abdallah, yang ternyata adalah paket bom. Yang berhasil memakan korban, tapi bukan sasaran utama yang kena, melainkan polisi.

Bersamaan dengan itu pula beberapa paket yang berisi bom juga ditujukan ke beberapa tokoh publik, diantaranya, Ahmad Dani (pentolan dewa 19), Kepala BNN, dan ketua Pemuda pancasila. Tapi beruntung pada ketiga orang ini tidak memakan korban.

Apakah sebenarnya motif dibalik semua itu ? Dan siapakah pelakunya ? ... Kalo kita perhatikan, yang jelas terlihat adalah motif agama (dan tidak mentup kemungkinan juga motif politik). Salah satu contoh adalah paket yang dikirimkan kepada Ahmad Dani, pada paket yang dikirimkan untuk dia terdapat tulisan 'YAHUDI MILITAN'. Dari pesan ini jelas ini berbau SARA. Dan dari tulisan ini ada kesan si pengirim/pelaku adalah orang islam.

Apakah Islam seperti ini, penyebar teror ??... Itulah yang menjadi pertanyaan orang yang awam tentang islam. Sungguh ini sangat merugikan kita sebagai umat islam. Dan juga merugikan bangsa ini. Islam adalah agama yang tegas, tapi bukan agama yang keras. Islam adalah agama Rahmatan lil'alamin, bukanlah agama penebar keresahan.

Mungkin kita ingat beberapa tahun yang lalu, dimana berawal terjadinya teror bom di indonesia yang berhasil memakan banyak korban. Seperti di Bali, kemudian hotel Mariot di Jakarta, dan banyak lagi yang lainya. Kesemuanya itu mengatasnamakan Islam. Dan kita dirugikan dengan semua ini. Islam dicap sebagai penebar teror. Dan orang-orang yang anti Islam pun gembira dengan semua ini, karena mereka punya bahan untuk memojokan islam. Selain itu negara kitapun dirugikan, para investor tidak mau menanamkan modalnya di indonesia karena merasa tìdak aman. Dan itu cukup menghambat pertumbuhan ekonomi negara ini. Karna ulah segelintir orang itu, negara ini mendapatkan gelar baru di dunia, yaitu 'SARANG TERORIS' , dan sebelumnya negara ini mendapatkan gelar 'SARAG KORUPTOR' (kurang lebih seperti itu saya mengartikanya).

Siapakah pelaku semua ini?

Secara faktual berdasarkan penyelidikan pihak yang berwenang, mereka yang melakukan teror adalah orang muslim. Tapi siapakah sebenarnya dalang dibalik semua ini..?? Inilah yang harus diselidiki lebih lanjut.

Nyepamm ! Kutendang kau !!!
EmoticonEmoticon