Miskin ditengah harta yang melimpah

Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jalan cukup menghidupimu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman

miskin, kemiskinanItulah penggalan lirik lagu yang dipopulerkan oleh Koes Plus. Sebuah lagu yang menggambarkan bagaimana ngguhnya negeri kita ini. Bukan lautan yang airnya tidak mampu melepas dahaga, tapi kolam susu yang tidak hanya mampu melepaskan dahaga, tapi mampu mengenyangkan kita sehingga bisa hidup lebih lama. Perairan yang luas dengan penuh beraneka ragamsesu hayati, yang lebih dari cukup untuk bisa mengidupi seluruh penduduk negeri. Ikan, udang, dan apapun didalamnya tidak susah untuk dicari, yang melimpah ruah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Daratan yang membentang dengan tanah yang subur, apapun yang tertancap diatasnya bisa membuat hidup kita menjadi makmur. Beraneka ragam mineral terkandung didalamnya, yang bisa kita keruk dan kita nikmati hasilnya.

Tapi apa yang terjadi ? Justru pribumi tidak bisa menikmati semua kekayaan ini. Kita punya kolam, tapi tidak bisa menikmati isinya. Kita hanya menanam, tapi tidak bisa memetik hasilnya. Tiap waktu kita mengeruk tanah untuk mengambil kekayaan mineral didalamnya, tapi apa yang kita dapatkan ? Hanya kotor, peluh, dan keringat, tanpa bisa menikmati hasilnya.

Harta kita berlimpah,,,,, sangat berlimpah,,,,,, terlalu berlimpah,,,,,,, kita punya kolam susu, kita punya gunung emas, tapi hidup kita miskin. Mencari sesuap nasipun sangat sulit. Untuk hidup kita harus jadi kuli, kuli di negeri sendiri.

Negeri ini kaya,,, sangat kaya,,,

Lihatlah Papua, emas berlimpah ruah disana, tidak perlu menggali, cukup dilihat dari atas nampak berkilaun meyilaukan mata. Tapi siapa yang menikmati ??,,,,,, Pribumi ???,,,,,,,, Bukan,,, Tapi orang lain non pribumi, dan segelintir anak negeri ini yang menikmati, mereka elit-elit penguasa negeri ini yang serakah dan bermental lemah serta berharga murah, yang dengan sukarela tanpa merasa berdosa mengkhianati amanah seluruh anak negeri. Mereka, yang sampai sekarang rela negerinya dijajah dan menjadikan dirinya jongos para penjajah.

Preeport, perusahaan asing yang telah berhasil mengeruk kekayaan Papua dan telah berhasil membeli para penguasa negeri ini. Bahkan orang nomor 1 di negeri ini pun tidak berkutik dibuatnya (kecuali sang Proklamator). Luarrr biasa Preeport, bahkan mereka mampu menolak permintaan SBY, dan SBY hanya menurut saja. Berapakah royalti yang kita nikmati dari hasil pengerukan itu ? Hanya 1 persen dari hasil penjualan emas dan 3,75 persen masing-masing untuk tembaga dan perak. (sumber). Dan itupun tidak bisa dinikmati oleh penduduk pribumi, rakyat Papua. Hanya segelintir elit papua dan kebanyakan elit-elit di Jakarta yang menikmatinya.

Rakyat Indonesia, Miskin ditengah harta yang melimpah.

***

Mudah-mudahan kelak negeri ini dipimpin oleh orang-orang yang amanah, yang mau mensejhterakan rakyatnya, yang punya harga diri, tidak serakah, sehingga negeri ini menjadi negeri yang mandiri dan bermartabat. Aamiin,,,,,


17 komentar

sungguh kenyataan dunia yang ironis..

ayam mati didalam lumbung namanya ya kang.....begitulah negaramukang.

untungnya saya bukan anak negeri ini.

kadang ingin memangis sendiri melihat negara ini merdeka tapi tetap terjajah.
mengapa kita menjual negara kita kepada mereka.

Betul juga, semoga menjadi perhatian para pemangku jabatan negeri ini

Sedih banget lihatnya gan.. miskin dinegeri yang kaya SDA.

aamiin,,semoga doa dah harapannya untuk mendapatkan pemimpin yang amanah diijabah Allah SWT..keep happy blogging always,,,salam dari Makassar :-)

Semoga nantinya pemimpin yang baru nantinya akan lebih memperhatikan kekayaan sumber alam di Indonesia untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, bukan malah sebesar-besar kemakmuran pejabatnya

negeri ini kaya tapi tidak merata, yang kaya makin kaya dan yang miskin melarat banget

hemmhhh itulah negeri Indonesia,mengapa kehidupan tidak merata,menjadi pembentu di rumah sendiri,wow ironis sekali memang,,,,,,,,,,,,,,,,

@wongcrewchild : memang,,,
@Elsawati Dewi : inilah kenyataan negeri ini,,,

@Cilembu thea : muhun da bpk kadesmah bukan urang negeri ini, tp urang cilembu,,,

@Dwi Alfina : sungguh terlallu,,, :)

@Mukhamad Sholikudin : merekalah yg di pusata sana yg menualnya dan menikmati hasilnya,,,

@Agus Supriyono : aamiin,,,

@Bang Dayat : btul skali sob, kita hidup miskin padahal harta kita banyak,,,n

@BlogsOf Hariyanto : aamiin,,,

@Ferry Nurse : Aamiin,,,

@Beranda Kata : btul bnget itu, yg kaya semakin kaya, yg miskin semakin melarat

@Dede Thea : mudah2n di pemilu yg akan datang melahirkan pemimpin2 yg amanah,,,

Yang kaya makin kaya
yang miskin makin miskin

Penggalan lagu Bang H. Rhoma Irama

Seperti inilah cermin bangsa kita ya kang....besar tapi tidak bisa membuat rakyat aman atau makmur

Sungguh ironis sekali kenyataan ini ...

miris kalau harus dengar saudara kita ada yg masih saja kekurangan, padahal secara Agraris negara kita termasuk negara yang kaya akan SDA lho..
katanya negara kita sudah merdeka, tapi kenapa masih saja di jajah oleh para koruptor?

jadi sedih dan mangkel sekali membacanya, apalagi ini jelas ulah penguasa yang ingin memperkaya golongannya.

Nyepamm ! Kutendang kau !!!
EmoticonEmoticon