Partai mana yang harus dipilih di Pemilu 2014 ? by @TrioMacan2000

Pemilu 2014
(gambar dari sini)


Hari pemilihan tinggal menghitung jam, lalu apa pendapat @TrioMacan2000 mengenai partai yang terbaik yang harus di pilih ?

****

Twit @TrioMacan2000 :

Idealnya jangan hanya melihat partai, melainkan juga menilai caleg yang tercantum dalam daftar nama pada kertas suara.

Karena kita sesungguhnya tidak memilih partai, tetapi langsung memilih calon anggota DPR yang akan menjadi wakil kita di DPR.

Sebab itu, faktor utama adalah pengetahuan kita mengenai caleg yang akan kita pilih. Kenal atau tidak, tahu atau tidak. Bagus atau tidak.

Bagus atau tidaknya seorang caleg dapat diketahui dengan berbagai cara sederhana. Pertama : track record caleg, info-info lain, lengkap lebih bagus

Umumnya orang memilih atas dasar hubungan keluarga, teman, rekomendasi, permintaan, upah, bayaran, jasa, utang budi, apresiasi, respek, perintah, dst

Jarang ada orang menentukan pilihan caleg benar-benar atas dasar keyakinan hati dan pilihan rasional melalui proses dan pertimbangan berbagai aspek

Salah 1 kejelekan demokrasi liberal suara seorang Prof DR. atau tokoh masyarakat terkemuka, dan sejenisnya, dinilai sama dengan suara orang dungu

Suara seorang yang didasarkan pada penelitian komprehensif atas caleg, sama nilainya dengan suara yang memilih atas dasar asal-asalan. Sama-sama 1 suara.

Demokrasi liberal lebih menitik beratkan jumlah suara pemilih daripada kualitas suara pemilih. Ini adalah cacat nilai pada sistem demokrasi

Caleg inkumbent (masih menjabat sebagai anggota DPR) yang sudah jelas track recordnya/ reputasinya, lebih mudah menilainya : pilih atau tidak.

Bagi pemilih di daerah, mudah menilai caleg inkamben. Ada atau tidak peran, manfaat, kegunaan caleg itu bagi rakyat di dapil selama menjabat

Kalau gak ada, ya wasalam aja. Kalau ada, apakah peran /kontribusi si caleg inkumben itu sudah memadai, sesuai harapan atau tidak. Mudah kok.

Jangan menilai caleg inkumben dari uang jumlah uang/ materi yang dia beri saat hari pemilihan. Tapi nilai selama 5 tahun terakhir. Apa saja.

Kalau dasarnya hanya dari uang yang diberikannya kepada calon pemilih, bisa jadi itu berasal dari sebab yang haram, kejahatan, korupsi dsj.

Track record /info caleg juga mudah didapat dari internet. Googling aja, searching. Biasanya ketemu kok. Ga sulit. Pelajari infonya. Nilai

Yang harus diingat adalah, ketika kita memilih seseorang sebagai wakil di DPR artinya kita percaya pada orang itu. Percaya dia akan amanah

Ketika kita memilih seorang caleg, artinya kita serahkan pengurusan bangsa, negara, daerah, rakyat dan diri kita sendiri kepada dia

Salah memilih artinya mempertaruhkan nasib negara bangsa, rakyat dan diri kita pada ketidakpastian, bencana, ancaman, kerugian, risiko

Kesalahan dalam memilih anggota DPR/D artinya bencana besar, yang disebabkan oleh diri kita sendiri. Kenapa ceroboh, asal-asalan, murahan, sembarangan

Bagaimana kalau GOLPUT. Golput atau tdk memilih siapa pun adalah hak, namun hak yang digunakan secara tidak tepat, kurang bertanggungjawab

Golput pada hakikatnya juga menentukan pilihan. Memilih untuk tidak memilih. Memilih setuju pada pilihan mayoritas pilihan pemilih. Bingung ? Hehe

Golput tidak membawa pengaruh apapun bahkan dapat merugikan diri sendiri, rakyat, bangsa dan negara. Kenapa ?

Karena hasil penelitian membuktikan, semakin cerdas seseorang, semakin besar kemungkinan dia golput. Artinya ?

Artinya, wakil-wakil rakyat yang terpilih nantinya dan duduk di DPR lebih merupakan hasil pemilihan mayoritas rakyat yang 'kurang cerdas' hehe

Golput artinya menghilangkan hak dan tanggung jawab moral anda untuk turut mengelola dan memperbaiki bangsa ini menjadi lebih baik

Golput artinya, anda secara moral tidak berhak memprotes, mengecam, memberi masukan, mengkritik, mengoreksi, menegur anggota DPR/D nantinya

Golput dengan tidak memilih, tidak coblos kertas suara artinya memberikan peluang dan kesempatan pihak-pihak tertentu mengunakan kertas suara anda

Jadi, gunakan hak pilih anda dengan memilih caleg di daftar nama pada kertas suara. Gak ada yakin bagus ? Pilih yang terbaik dari yang terjelek hehe

Kalau bingung karena sama-sama bagus ? Mudah saja. Ingatlah tugas dan kewajiban DPR itu apa : legislasi (buat UU), budgeting (susun anggaran)

Serta pengawasan..disamping tentunya menjalankan fungsi aspirasi, agregasi, artikulasi, komunikasi politik dan penyelasai konflik

Nah, anda akan lebih mudah menentukan pilihan jika mengetahui orang seperti apa yang paling tepat untuk jalankan tugas dan peran tadi

Yang paling penting adalah kredibilitas, integritas dan kapasitas. Wakil rakyat yang tahu bahwa dia wakil kita, bukan bos atau atasan kita hehe

Dimana-mana wakil itu nurut patuh pada atasannya. Wakil rakyat yang dipilih harus yang patuh nurut sama kita, jangan pilih yang mbalelo, belagu, sok

Kalau ada anggota DPR yang selama ini terlihat belagu, sombong, mentang-mentang, sok, dsj, campakkan saja ke laut ..supaya dimakan ikan-ikan hehe

Wakil rakyat harus nurut sama kita, rakyat yang diwakilinya. Kalau sikapnya terbalik, malah kita yang dipaksa nurut, ya balikkan saja kepalanya

Jadi, memilih wakil rakyat itu mudah-mudah susah. Gampang-gampang sulit. Namun, tetap utamakan rasionalitas dan keyakinan hati dalam memilih

Vox populi vox dei ..suara rakyat adalah suara tuhan ..hanya berlaku efektif saat masa pemilihan..makanya gunakan sebaik-baiknya ..jangan sia-siakan

Kalau ada orang kasih uang, ambil saja. Kalau risih menggunakannya, sedakahkan saja. Tapi soal pilihan, bukan uang itu yang menentukan..ok ?

Oh ya, jika anda menyimpulkan tidak ada 1 caleg pun yang sreg di hati, baru anda boleh melihat partainya..pilihan berdasarkan reputasi partai

Tapi, aneh kalau dari ratusan caleg yang fotonya senyam senyum di kertas suara atau namanya sudah jelas terbaca, ga ada satu pun yang dipercaya

Bgmn jika semua caleg dan partai tidak ada yang disukai atau paling tidak, setitik ada terlihat beri harapan ? Kalau begitu anda harus ke psikater

Kemungkinannya hanya 2, anda yang terganggu jiwanya, atau mayoritas caleg yang ada terbukti cacat segala-galanya. Kalau bgtu, pilih jokowi saja haha

Setelah memilih apakah tugas kita selesai? Tentu saja tidak. Sebagai WNI yang baik, awasi setiap tahapan proses pemilu. Pastikan semua berjalan baik

Jika ada yang mencurigakan dan dinilai melanggar aturan, ingat..jangan BAKAR TPS‘jangan !! Mending bakar jagung atau singkong hehe

Jika ada penyimpangan, pelanggaran, kecurangan dst..,catat baik-baik : nama pelaku, No TPS, jenis pelanggaran, lokasi, lalu laporkan ke Bawaslu

Kalau bawaslu atau panwaslu tidak responsif atau kolusi dengan penyenggara pemilu /KPUD dst‘ ingat..jangan BAKAR KPUD ..lapor ke KPU - Bawaslu Pusat

Kalau KPU dan Bawaslu pusat juga menyimpang? Jangan bakar kantor KPU dan Bawaslu..ada mekanisme sesuai UU..Gugat ke MK, ramaikan di media

Kalau semua ya sudah dilalui tapi tetap kurang puas, ya terima saja..sebab KPU, Bawaslu, MK dll bukan alat pemuas hehehe

Kalau ga terima juga ? Dinilai semua curang ? Ya jangan bergerak sendiri..himpun teman-teman yang banyak ..demo instansi yang menyimpang itu. Sikat

Kalau gagal juga ? Itu artinya kesalahan ada pada diri anda. Ga usah sesali nasib. Mungkin anda kurang beruntung atau Tuhan punya rencana lain

Udah aah ..itu aja dulu..ntar makin ngaco twitnya ..melantur kemana2 ‘ jadi dagelan..bisa-bisa kami diprotes sri mulyani eh srimulat hehe‘sekian

********

Sumber : chirpstory.com/li/198593

7 komentar

sepertinya partai apapun kita pilih kayaknya tidak akan ada perubahan apaupun indonesia ini, jika undang2 masih seperti dulu.

saya mencoblos yg paling saya suka detik itu saat pas bawa paku, jadi gak ada rencana dari rumah, hehehe :D

semoga saja yang terpilih adalah wakil rakyat yg jujur amanah dan anti korupsi...keep happy blogging always..salam dari Makassar :-)

mudah2n kedepan uu-nya berubah ke arah lebih mewakili rakyat

kalau saya pilih partai yang bagus dan tidak korupsi para kader nya mas, hehehe :D

Nyepamm ! Kutendang kau !!!
EmoticonEmoticon