Orang yang tidak beruntung di bulan Ramadhan

Selamat wayahkieu sobat blogger pemula.
Dibawah saya nukilkan sebuah hadis, yang mudah-mudahan bisa menjadi motivasi buat kita.

Dari Ka'ab bin Ujrah ra., Rasulullah saw. bersabda, "Mendekatlah kalian ke mimbar." Kami pun mendekat. Ketika beliau menaiki tangga pertama, beliau berkata 'amin'. Lalu ketika menaiki tangga kedua juga berkata 'amin', dan ketika menaiki tangga ketiga, Beliau pun berkata 'amin'. Maka ketika turun, kami berkata, "Ya Rasulallah, sungguh hari ini kami telah mendengar dari engkau sesuatu yang belum pernah kami dengar." Beliau bersabda, "Sesungguhnya Jibril telah datang kepadaku lalu berkata, 'Celakalah orang yang mendapatkan bulan Ramadhan, tetapi dia tidak diampuni,' maka aku berkata, 'Amin'. Lalu ketika aku menaiki tangga kedua dia berkata, 'Celakalah orang yang mendengar namamu disebut, tetapi dia tidak bershalawat ke atasmu,' maka aku berkata, 'Amin'. Ketika aku menaiki tangga ketiga dia berkata, 'Celakalah orang yang menjumpai kedua ibu bapaknya yang telah tua atau salah satu dari keduanya, tetapi mereka tidak dapat memasukkanya ke surga.' Aku berkata, 'Amin'." (Hakim)


Orang yang menghabiskan bulan Ramadhan yang penuh berkah, tetapi ia tidak mendapatkan ampunan-Nya. Ia menghabiskan hari-harinya dengan perbuatan dosa dan kelalaian sehingga ia tidak memperoleh maghfirah. Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan curahan rahmat Allah seperti hujan, tetapi jika waktu dalam bulan Ramadhan dihabiskan dengan perbuatan buruk, maka dapat menyebabkan kita terhalang dari rahmat Ilahi. Jika tidak memperoleh mahfirah Allah pada bulan ini, lalu kapan lagi kita akan mendapatkanya ??. Sementara kita gak pernah tahu sampai kapan kita akan hidup. Kita gak pernah tahu apakah kita akan bertemu lagi dengan ramadhan berikutnya.
(-Fadilah Amal-)

Mudah-mudahan kita bukanlah termasuk orang-orang seperti yang terdapat dalam hadis di atas. Mudah-mudahan kita bisa mengisi Ramadhan ini dengan perbuatan-perbuatan yang baik, yang diridhoi oleh Allah swt. Sehingga kita mendapatkan magfirah-Nya. Dan keluar dari Ramadhan, kita menjadi seperti bayi, suci tak berdosa. Dan dibulan-bulan lain setelah Ramadhan ini, kita tetap berusaha menjaga kesucian kita (yang kita dapatkan dari bulan Ramadhan ini), dengan tetap mengisinya dengan amalan-amalan yang diperintahkan oleh-Nya, dan menjauhi segala larangan-Nya.

Selamat berpuasa, semoga kita senantiasa diberikan kekuatan oleh-Nya. Amin..

Wallahu alam...

4 komentar

mksh kang ilmunya sangat dalam,, entah kenapa hatiq makin tahun makin keras padahal saya menyadarinya,, moga dgn sering membaca hadits dr kang yusuf hati kmbli lentur.. amin

@Agusductank : sy jg masih dlm proseo pembelajaran. Posting di atas sy kuti dr buku dg tujuan utk mengingatkan sy sendiri.
Jika kita masih bs menyadari akan ksalahan kita, itu menandakan bhwa qt masih punya iman, mudah2n kedepan hati qt menjadi lebih lembut sehingga mau menerima kebenaran dan menjalankanya. Yang paling bahaya adalah qt tidk menyadarinya dan bhkan qt merasa bangga dengan perbuatan2 buruk qt.. Wallahu alam...

Terima kasih atas tukar link. Link sobat sudah aq pasang di blog Teknik Komputer
Artikel ini agaknya menampar saya juga....hehehe emang agak turun nih iman....:(
Semangat blogging.

@Maspray : sama2 sob, selamat berpuasa...

Nyepamm ! Kutendang kau !!!
EmoticonEmoticon