Janganlah memiskinkan diri

mencuri
(gambar dari sini)

Wilujeng wayahkieu sobat semua

Janganlah memiskinkan diri. Itulah kalimat yang menarik perhatian saya pada acara apel pagi di awal minggu ini di tempat saya kerja yang disampaikan oleh Factory Manager. Kalimat itu diucapakan berkaitan dengan kasus pencurian barang di peerusahaan, yang dicurigai dilakukan oleh karyawan. Dan saat ini sedang dilakukan penyelidikan oleh pihak perusahaan dan katanya bekerjasama dengan pihak kepolisian.

Jika memang benar itu dilakukan oleh orang dalam peusahaan, sungguh saya tidak habis fikir dengan si pencuri tersebut. Padahal gaji mereka rata-rata di atas 4 juta per bulan dengan status karyawan tetap. Sungguh disayangkan dengan kelakuannya, jika benar kelak ditemukan si pelaku adalah seorang karyawan tetap, maka dia telah menyia-nyiakan sesuatu yang tidak mudah didapatkan oleh karyawan lain. Coba kita tengok karyawan pabrik yang ada di Pulau Jawa sana, butuh usaha yang sangat besar untuk menjadi seorang karyawan dengan status 'karyawan tetap'. Coba lihat di Jawa sana, sebagian besar karyawan selalu dihantui keputusan menjelang habis kontrak. Apakah diperpanjang atau tidak ??... itulah kalimat yang selalu menghantui para karyawan di Pulau Jawa.

Mungkin si pencuri tidak pernah merasakan betapa susahnya mencari pekerjaan yang 'layak' di Pulau jawa. Atau mungkin memang mencuri adalah sudah jadi pekerjaannya ???

Padahal jika dihitung dengan uang, barang yang dia curi diperkirakan hanya senilai 300 ribuan. Jumlah yang sangat kecil dibandingkan dengan akibat yang akan dia terima kelak, berupa PHK sepihak ditambah hukuman pidana. Belum lagi di akhirat nanti.

Ataukah mungkin dia memang merasa miskin sehingga harus mencuri untuk menambah penghasilannya. Inilah salah satu akibat tidak pandai mensyukuri apa yang Allah berikan. Karena jika kita tidak pandai bersyukur, maka kita akan selalu merasa kekurangan. Dan demi menutup kekurangannya itu, tidak menutup kemungkinan kita akan melakukan tindakan yang melanggar norma, seperti mencuri.

Janganlah memiskinkan diri dengan mencuri. Percayalah, jika kita mengambil milik orang lain tanpa hak, maka suatu saat kita akan kehilangan yang lebih besar lagi. Dan sebaliknya, jika kita memberi untuk orang lain, maka suatu saat kita akan mendapatkan yang lebih dari yang kita berikan.

Allah subhanahu wataala berfirman...

"Dan (ingatlah juga) ketika Rabbmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih" (Q.S. Ibrahiim : 7).

"Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereke kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Maka barangsiapa bertaubat (diantara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang" (Q.S. Al-Maidah : 38-39)

******

Ads : Anda ingin penghasilan tambahan ? Tapi tidak punya stok barang ? Cobala Bisnis Tanpa Stok ! Klik disini !

5 komentar

jika karyawan tetap yang rata-rata 4 jutaan perbulan mencuri, itu seh masih dianggap normal di negeri ini mah kang....coba liat di tv, no polisi mobilnya RI 9 azh masih nyuri tuh...;o)
#audzubillahiminzdalik...

nggak boleh ya Kang memiskinkan diri?? walaupun bener-bener miskin..

terrimakasih Sob atas pencerahannya pagi ini, Semoga saya senantiasa bisa menjadi Hamba yang selalu bersyukur.aamiin...

mencuri sipat syetan siapa yang mengikuti kata syetan pasti masuk neraka. ...mudah-mudahan saja saya nggak termasuk temen syetan, aamiin.

Mencuri merupakan jalan pintas untuk mendapatkan sesuatu dengan cara yang tidak benar ya kang. Dengan gaji yang 4 juta perbulan sebetulnya juga sudah lumayan dan patut di syukuri sekali.

Nyepamm ! Kutendang kau !!!
EmoticonEmoticon